Sri Lanka tengah berjuang mengumpulkan Rp8,7 triliun guna membayar setengah lusin pengiriman impor BBM karena bank sentral hanya menyediakan Rp1,8 triliun.
Sri Lanka tengah berjuang mengumpulkan Rp8,7 triliun guna membayar setengah lusin pengiriman impor BBM karena bank sentral hanya menyediakan Rp1,8 triliun.