Kuliner

Kuliner Palembang: Warisan Rasa dari Bumi Sriwijaya

29 May 2026
Dibaca 204 kali

Palembang dikenal sebagai salah satu kota tertua di Indonesia yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya. Selain kaya akan budaya dan tradisi, Palembang juga terkenal dengan kekayaan kulinernya yang khas, kuat, dan menggugah selera. Cita rasa kuliner Palembang banyak dipengaruhi oleh kekayaan sungai, terutama Sungai Musi, sehingga bahan dasar ikan menjadi salah satu ciri utama dalam berbagai hidangannya.

Pempek, Ikon Kuliner Palembang Jika berbicara tentang kuliner Palembang, makanan pertama yang paling dikenal tentu saja adalah pempek. Pempek terbuat dari campuran ikan giling, biasanya ikan tenggiri atau gabus, dengan tepung sagu. Adonan ini kemudian dibentuk menjadi berbagai jenis, seperti pempek lenjer, kapal selam, adaan, kulit, keriting, dan pistel. Keistimewaan pempek tidak hanya terletak pada teksturnya yang kenyal dan gurih, tetapi juga pada kuah pendampingnya yang disebut cuko. Cuko dibuat dari campuran gula merah, cabai, bawang putih, garam, dan asam. Perpaduan rasa manis, pedas, asam, dan gurih membuat pempek memiliki karakter rasa yang sangat khas dan sulit ditemukan di daerah lain. Tekwan dan Model, Sajian Hangat yang Kaya Rasa Selain pempek, Palembang juga memiliki hidangan berkuah yang sangat populer, yaitu tekwan dan model. Tekwan dibuat dari adonan ikan dan sagu yang dibentuk kecil-kecil, kemudian disajikan dengan kuah kaldu udang yang gurih. Biasanya tekwan dilengkapi dengan soun, jamur kuping, bengkuang, irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng. Sementara itu, model memiliki bentuk yang lebih besar. Umumnya model dibuat dari tahu yang dibalut adonan ikan, lalu disajikan dengan kuah kaldu yang mirip dengan tekwan. Hidangan ini sangat cocok dinikmati saat pagi atau sore hari karena kuahnya hangat dan menyegarkan. Laksan, Celimpungan, dan Burgo Kuliner Palembang juga memiliki banyak makanan berbahan dasar ikan dan santan. Salah satunya adalah laksan, yaitu makanan yang bentuknya mirip pempek lenjer, dipotong-potong, lalu disajikan dengan kuah santan berbumbu. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan sangat nikmat. Ada pula celimpungan, makanan berbentuk bulat dari adonan ikan yang disajikan dengan kuah santan kuning. Celimpungan sering dijumpai saat acara keluarga, hari raya, atau sarapan khas masyarakat Palembang. Selain itu, burgo juga menjadi salah satu makanan khas yang wajib dicoba. Burgo terbuat dari adonan tepung beras dan sagu yang dimasak tipis seperti dadar, kemudian digulung dan dipotong-potong. Burgo disajikan dengan kuah santan berbumbu ikan, menciptakan rasa lembut, gurih, dan mengenyangkan. Mie Celor, Perpaduan Gurih dan Lembut Makanan khas Palembang lainnya yang tidak kalah terkenal adalah mie celor. Hidangan ini menggunakan mie kuning berukuran besar yang disiram kuah santan kental bercampur kaldu udang. Mie celor biasanya dilengkapi dengan telur rebus, tauge, daun bawang, seledri, dan bawang goreng. Rasa mie celor sangat khas karena kuahnya gurih, creamy, dan memiliki aroma udang yang kuat. Makanan ini sering dijadikan menu sarapan atau makan siang oleh masyarakat Palembang. Pindang Patin, Cita Rasa Sungai Musi Sebagai kota yang dekat dengan sungai, Palembang juga terkenal dengan hidangan ikan air tawar. Salah satu yang paling populer adalah pindang patin. Masakan ini menggunakan ikan patin yang dimasak dengan kuah berbumbu rempah seperti serai, lengkuas, kunyit, cabai, tomat, dan daun kemangi. Pindang patin memiliki rasa segar, asam, pedas, dan gurih. Hidangan ini sangat cocok disantap bersama nasi hangat dan sambal. Selain patin, pindang juga dapat dibuat dari ikan baung, gabus, atau tulang ikan. Kue Tradisional Palembang Tidak hanya makanan berat, Palembang juga memiliki beragam kue tradisional yang menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah kue maksuba, kue lapis khas Palembang yang dibuat dari telur, gula, mentega, dan susu. Kue ini biasanya disajikan pada acara penting seperti pernikahan, hari raya, atau penyambutan tamu kehormatan. Selain maksuba, ada juga kue delapan jam, engkok ketan, dan srikaya Palembang. Kue-kue ini memiliki cita rasa manis, legit, dan melambangkan kemewahan dalam tradisi masyarakat Palembang. Kuliner sebagai Identitas Budaya Kuliner Palembang bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakatnya. Banyak makanan khas Palembang lahir dari perpaduan sejarah, kondisi geografis, dan kebiasaan masyarakat yang hidup di sekitar sungai. Penggunaan ikan, sagu, santan, dan rempah-rempah menjadi bukti bahwa kuliner Palembang memiliki karakter yang kuat dan berbeda. Makanan-makanan ini juga menjadi bagian penting dalam berbagai acara keluarga, adat, dan keagamaan. Pempek, tekwan, model, laksan, burgo, hingga kue maksuba sering hadir dalam momen kebersamaan masyarakat Palembang. Kuliner Palembang adalah kekayaan budaya yang patut dibanggakan. Setiap hidangan memiliki cerita, cita rasa, dan keunikan tersendiri. Dari pempek yang sudah mendunia, pindang patin yang segar, hingga kue maksuba yang legit, semuanya menunjukkan bahwa Palembang adalah kota dengan warisan kuliner yang sangat kaya. Bagi siapa pun yang berkunjung ke Palembang, mencicipi kuliner khasnya adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Sebab, melalui makanan, kita tidak hanya menikmati rasa, tetapi juga mengenal sejarah, budaya, dan keramahan masyarakat Bumi Sriwijaya.

AdvertisementAdvertisement